2008 :: Home :: Login :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
[email protected]

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Cuci Otak

Dahsyatnya Korupsi di Indonesia
2008-04-30 13:52:26- Sumber: Email Hendro - Di Baca 27 Kali

Barangkali kita masih ingat dengan lagu Si Kancil Anak Nakal Yang Suka Mencuri Ketimun. Si Kancil adalah salah satu tokoh anak-anak yang cerdik dan pandai, sayangnya kepandaiannya adalah mencuri. Saya tidak tahu apakah ada hubungannya antara menyanyikan lagu tersebut dan mendengarkan dongeng tersebut bisa mempengaruhi karakter masyarakat Indonesia untuk gemar mencuri alias korupsi. Semua anak kagum dengan kecerdikan si Kancil dan hal ini terekam di otak bawah sadar mereka, sehingga ketika besar mereka dengan senang hati dan bangga mempraktekkannya di mana saja mereka berada. Benarkah hal ini, mungkin perlu seorang atau sekelompok analis untuk membuktikannya.

Sekarang kita tinggalkan si Kancil, kita beralih pada pembahasan soal tingginya biaya siluman di Indonesia yang katanya sangat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Apakah biaya siluman di Indonesia yang sebenarnya? Dahulu banyak yang membahas bahwa biaya siluman adalah pungli-pungli para birokrat. Apakah hal ini benar sepenuhnya ? Mari kita telaah bersama.

Apa saja contoh pungli-pungli yang ada ?
- Minta saham tanpa menanam uang/modal
- Minta jatah uang rutin / gaji buta
- Biaya tambahan untuk mengurus ijin/surat agar tidak berbelit-belit dan lama
- Minta di-entertaint
- Sumbangan untuk acara-acara ulang tahun, serah terima jabatan, dsb
- Sumbangan rutin bulanan ke Kecamatan, Kelurahan/Desa, Koramil, Kodim, Polres, Polsek
- Minta Sangu/Cinderamata kalau meresmikan pabrik/gedung, dsb
- Petugas Pajak minta bagian atas restitusi
- Petugas Pajak menawari deal dengan meminta uang untuk menurunkan temuan pajak mereka (yang sebenarnya umumnya juga dicari-cari)

Kalau ditotal semuanya apakah besar jumlahnya ? Jawabannya ternyata sangat mengejutkan : tidak besar bahkan boleh dibilang sangat kecil bagi perusahaan-perusahaan yang ada.

Nah, kalau demikian lalu apa sebenarnya biaya siluman di Indonesia itu ?

Sebelum saya bahas lebih jauh lagi, kita beralih sejenak pada korupsi di kalangan pejabat negara yang merugikan negara secara langsung. Kira-kira apa saja bentuk-bentuk korupsi pejabat negara Indonesia yang merugikan negara secara langsung?

- Semua pungli yang tersebut di atas
- Menyunat, membagi-bagi, dan mengambil alih dana untuk pembangunan
proyek-proyek negara dan/atau dana sumbangan untuk rakyat miskin
- Menyalahgunakan kekuasaan dengan menjalankan bisnis pribadi di perusahaan negara atau proyek (bisa terang-terangan atau menggunakan bendera orang lain)
- Mendapatkan uang dengan menjadi backing para pelanggar hukum
- Mengambil bagian uang yang seharusnya disetor ke negara, misal uang tilang para pelanggar lalu lintas yang tidak pakai surat tilang, menjadi pembina perusahaan dalam menggelapkan pajak dengan cara rapi dan tak terlacak, mengatur bea dan cukai para importir, dsb

Kalau ditotal semuanya apakah besar jumlahnya ? Jawabannya memang cukup besar tetapi boleh dibilang tidak terlalu besar untuk disebut sebagai biaya siluman yang signifikan. Pelakunyapun sangat terbatas.

Jadi biaya siluman yang signifikan itu apa?

Diantara kita pasti ada yang bekerja di perusahaan, atau setidaknya memiliki saudara atau teman atau tetangga yang bekerja di perusahaan. Setiap perusahaan pasti membutuhkan bahan baku atau bahan penunjang atau jasa dari perusahaan lain. Tahukah anda bahwa di Indonesia ini banyak sekali praktek kotor yang sedang terjadi dan terus menerus terjadi saat ini? Setiap unit bisnis diciptakan untuk menghasilkan keuntungan yang bisa diperoleh dengan cepat dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkannya.

Untuk bisa diterima / dibeli oleh perusahaan lain tidak jarang mereka menyuap orang dalam agar barang atau jasanya dipakai. Di perusahaan pembeli banyak terjadi minta disuap supaya barang atau jasa penjual bisa masuk / dibeli oleh perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan penjual sudah pasti tidak mau rugi dalam menyuap orang dalam. Pasti mereka menaikkan harga jual mereka untuk menutup biaya suap tadi.

Kejadian ini berulang dan berputar membentuk lingkaran setan yang tidak terputus, sehingga harga jual menjadi mahal dan semakin mahal, menjadikan harga jual produk kita terlalu tinggi untuk bersaing. Bagaimana mungkin harga jual kita bisa lebih rendah dari RRC kalau kita terus memiliki kelakuan seperti ini?

Bukan kualitas yang menjadi fokus dalam produksi dan pemberian jasa tapi yang penting laku terjual. Secara ekonomi dalam jangka panjang, sebenarnya rakyat sendiri yang merasakan akibatnya.

Katakan saja si A berhasil korupsi dan menambah kekayaannya, tapi harga-harga di pasaran menjadi mahal. Uang yang dia dapat akhirnya juga menyusut nilainya. Efek samping korupsi tadi tidak dirasakan secara langsung namun dalam jangka panjang akan menghantam bukan hanya dirinya tapi rakyat miskin juga pasti terkena imbasnya. Inilah biaya siluman yang sebenarnya. Jika kita tidak waspada dan menghentikan kebiasaan korupsi dan praktek kotor seperti ini, negara kita sangat jauh dari kemakmuran dan kejayaan.

Definisi Koruptor menurut saya adalah orang-orang yang bermental kotor, bejat, dan rusak yang mementingkan diri sendiri, egois, dan tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali. Mereka adalah para siluman yang tidak kelihatan, para penghancur masa depan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Member Log: irsyadi




More Berita
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2008-05-02 15:35:58
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2008-05-01 12:30:53
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2008-04-24 10:21:13
Dahsyatnya Korupsi di Indonesia
2008-05-02 20:06:59
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2008-04-23 09:34:45
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2008-04-23 03:15:51
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2008-04-22 11:42:39
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2008-04-23 12:33:53
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2008-04-23 09:30:59
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2008-04-23 03:15:51

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin